Warga RI Jagoan Bikin Gambar Pakai AI, Sehari Tembus 9 Juta Kreasi

Warga RI Jagoan Bikin Gambar Pakai AI, Sehari Tembus 9 Juta Kreasi

03 November 2026
Jakarta - Ada yang unik dari kebiasaan digital masyarakat Indonesia belakangan ini. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA 2026 yang dirilis oleh Google, Temasek, dan Bain & Company, warga Indonesia ternyata paling doyan memanfaatkan chatbot Gemini untuk menghasilkan (generate) gambar.

Dari seluruh query atau permintaan yang dikirimkan ke Gemini di Indonesia, 32 persennya berkaitan dengan pembuatan gambar. Artinya, dari setiap 100 perintah yang masuk, hampir sepertiganya digunakan untuk meracik visual kreatif.

Angka fantastis ini sukses membawa Indonesia menempati peringkat pertama di Asia Tenggara. Jika dikalkulasikan, ada sekitar 9 juta gambar yang lahir dari tangan kreatif warganet Indonesia setiap harinya.

Jumlah tersebut jauh melampaui lima negara tetangga yang turut dianalisis dalam laporan yang sama, yakni Malaysia, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa angka 32 persen ini merujuk pada persentase permintaan gambar yang dikirim ke Gemini, bukan berarti seluruh populasi Indonesia melakukannya.

Beda Negara, Beda Juga Gaya Pakainya

Menariknya, kebiasaan warganet Indonesia ini sangat kontras jika dibandingkan dengan pengguna Gemini di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Setiap negara ternyata punya "kegemaran" masing-masing dalam memanfaatkan teknologi AI:

  • Singapura: Lebih condong ke arah produktivitas tinggi. Gemini di negeri Merlion ini sibuk membantu pekerjaan profesional, urusan akademik, hingga coding (pemrograman).
  • Vietnam: Didominasi oleh dunia pendidikan. Sekitar 17 persen permintaan di sana berkaitan dengan belajar, termasuk urusan matematika (5 persen) dan pemrograman (4 persen).
  • Thailand: Kebutuhan gaya hidup mendominasi. Sekitar sepertiga permintaan di Thailand dipakai untuk mencari inspirasi dekorasi rumah atau resep masakan lezat.
  • Malaysia: Menyusul di belakang Indonesia, sekitar satu dari lima pengguna Gemini di Malaysia juga gemar meminta AI untuk merancang gambar.
  • Filipina: Lebih banyak diandalkan untuk urusan kreatif dan profesional, khususnya pembuatan konten layanan pelanggan yang angkanya hampir tiga kali lipat lebih tinggi dari rata-rata regional.

Adopsi AI Jauh Lebih Cepat Ketimbang Era Internet

Di luar kebiasaan unik tersebut, laporan e-Conomy SEA 2026 juga menyoroti kecepatan penetrasi kecerdasan buatan generatif (GenAI) yang melesat bagai kilat.

Sekitar 243 juta orang—atau setara dengan 58 persen dari total angkatan kerja di kawasan Asia Tenggara—kini sudah terbiasa menggunakan GenAI. Sebagai perbandingan, adopsi internet pada masa lalu butuh waktu lebih dari satu dekade untuk mencapai angka tersebut. Hebatnya, GenAI hanya butuh waktu tiga tahun saja berkat kemudahan aksesnya.

Di Indonesia sendiri, penetrasi GenAI sudah menyentuh angka 54 persen dari populasi usia kerja, diiringi penetrasi internet yang berada di level 81 persen. Dari sisi frekuensi pemanfaatan, sebanyak 45 persen pekerja di Indonesia menggunakan GenAI setiap minggu, sementara 16 persen lainnya menjadikannya menu wajib harian.

Kendati pertumbuhan kita sangat masif, rekor penetrasi tertinggi di Asia Tenggara saat ini masih dipegang oleh Singapura dengan angka mencapai 70 persen, didukung penetrasi internet yang hampir sempurna di angka 99 persen.