Gara-gara Password "123456", 8,8 Juta Data Bocor: Ini 5 Cara Bikin Kata Sandi yang Jauh Lebih Aman

Gara-gara Password "123456", 8,8 Juta Data Bocor: Ini 5 Cara Bikin Kata Sandi yang Jauh Lebih Aman

20 Oktober 2026
Jakarta - Seberapa aman kata sandi yang Anda gunakan saat ini? Mengabaikan keamanan password bisa berdampak fatal. Celah kecil ini bahkan mampu membukakan pintu bagi peretas untuk menguras jutaan data sensitif dalam sekejap.

Hal inilah yang menimpa Denmark. Basis data kependudukan nasional mereka kebobolan hingga 8,8 juta data warga berhasil digondol peretas secara ilegal. Melansir dari The Register, peretasan ini diduga kuat berawal dari kecerobohan sebuah perusahaan penyedia layanan IT pihak ketiga, Pays ApS. Perusahaan yang menyambungkan akses pelanggan ke Registri Pusat Penduduk Denmark (CPR) tersebut kedapatan menggunakan kata sandi yang sangat lemah: "123456".

Direktur Pays ApS, Sophie Laursen, membenarkan bahwa peretas masuk melalui celah akses milik perusahaannya. Pemerintah Denmark pun turut mengonfirmasi insiden tersebut. Parahnya, aksi pembobolan ini baru terendus 12 hari kemudian, itu pun setelah muncul tagihan lonjakan aktivitas yang tidak wajar dari perusahaan terkait.

Meski berhasil membawa lari 8,8 juta data kependudukan, peretas mengklaim tidak berniat menjual atau menyebarkannya. Namun, peristiwa ini menjadi tampar kencang bahwa secanggih apa pun sistem keamanan yang dibangun, pertahanannya tetap bisa runtuh hanya karena kecerobohan pengelolaan akun akses.

Bukan Pertama Kali Terjadi

Kecerobohan serupa sebenarnya bukan cerita baru. Di Indonesia, kasus Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) pada 2024 lalu juga sempat menjadi sorotan publik. Saat itu, dokumen kredensial berupa username dan password server PDNS bocor di internet. Salah satu kombinasi yang terungkap adalah "Admin#1234"—sebuah kata sandi yang tergolong sangat mudah ditebak.

Tak cuma soal kata sandi, ancaman terhadap data juga bisa datang dari hal lain. Kebakaran pusat data pemerintah Korea Selatan pada tahun sebelumnya, misalnya, sempat melenyapkan data dalam jumlah fantastis. Rangkaian peristiwa ini menegaskan satu hal penting: perlindungan serta pencadangan data adalah harga mati.

Ketika AI Bikin Serangan Siber Makin Cepat

Di sisi lain, perkembangan kecerdasan buatan (AI) membuat peta ancaman siber semakin kompleks. Pelaku kejahatan kini memanfaatkan AI untuk mengotomatisasi berbagai tahapan serangan, mulai dari memindai kelemahan sistem hingga mengeksekusi peretasan secara lebih cepat dan presisi. Beberapa serangan siber ke lembaga keuangan di Korea Selatan hingga instansi pemerintah Taiwan bahkan dilaporkan telah melibatkan AI agent.

Namun, kasus di Denmark memberikan pelajaran yang cukup ironis. Untuk menembus sistem vital, peretas bahkan tidak memerlukan AI canggih—cukup dengan menebak kombinasi sepele seperti "123456". Oleh sebab itu, penguatan keamanan akun melalui kata sandi yang kuat dan fitur verifikasi ganda tetap menjadi benteng pertahanan utama.

5 Tips Membuat Kata Sandi yang Tangguh dan Susah Dibobol

Agar akun pribadi maupun pekerjaan Anda tidak menjadi sasaran empuk peretas, berikut lima langkah mudah untuk meningkatkan keamanan password:

  • Gunakan Kombinasi yang Panjang dan Unik
Buat kata sandi yang panjang dengan memadukan huruf, angka, dan simbol. Semakin panjang dan acak susunannya, semakin sulit bagi peretas untuk menebaknya menggunakan program otomatis. Jika memungkinkan, gunakan frasa unik (passphrase) yang gampang Anda ingat tetapi sulit ditebak orang lain.

  • Hindari Informasi Pribadi dan Angka Sederhana
Jangan pernah memakai kata sandi pasaran seperti "123456", "password", nama sendiri, tanggal lahir, atau deretan angka berurutan. Hindari pula memakai data pribadi yang dengan mudah bisa ditemukan di media sosial Anda.

  • Beda Akun, Beda Kata Sandi
Jangan gunakan satu password untuk semua layanan digital. Jika satu akun membocorkan kata sandi Anda, peretas akan dengan cepat mencoba kombinasi yang sama ke akun-akun Anda yang lain.

  • Manfaatkan Aplikasi Password Manager
Kesulitan menghafal puluhan kata sandi yang rumit? Manfaatkan fitur pengelola kata sandi (password manager). Aplikasi ini akan membantu membuat sekaligus menyimpan password kuat secara otomatis dan terenkripsi.

  • Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA)
Fitur Two-Factor Authentication (2FA) memberikan proteksi ganda. Saat ada yang mencoba masuk menggunakan password Anda, mereka tetap tidak bisa mengakses akun tanpa kode verifikasi tambahan yang dikirimkan ke perangkat pribadi Anda.