Jakarta - Buat Anda yang punya rencana merakit atau upgrade PC dalam waktu dekat, ada kabar kurang sedap. Harga RAM DDR5 saat ini terpantau meroket tajam di berbagai pasar global, salah satunya di Jepang.
Bahkan, di beberapa toko komputer di kawasan Akihabara, lonjakan harganya bikin mengelus dada. Berdasarkan survei AKIBA PC Hotline pada pertengahan Oktober lalu, harga sejumlah kit memori DDR5 melonjak hingga 62 persen hanya dalam waktu satu bulan saja.
Contoh Kasus: Corsair 128 GB Naik Lebih dari 700 Persen
Salah satu produk yang paling terdampak adalah kit RAM Corsair DDR5-6000 berkapasitas 128 GB (2x64 GB).
Saat ini, modul memori tersebut dibanderol seharga 514.800 yen atau sekitar Rp 59,2 juta. Angka ini melompat jauh hingga Rp 22,7 juta dibanding catatan harga bulan September lalu yang masih di kisaran Rp 36,4 juta.
Jika ditarik lebih ke belakang lagi, lonjakannya jauh lebih gila. Tahun lalu, kit RAM yang sama sebetulnya 'hanya' dijual seharga 59.800 yen atau sekitar Rp 6,8 juta saja. Artinya, harganya sudah meroket hingga 761 persen dalam setahun!
Produk lain seperti kit Crucial DDR5-5600 128 GB juga tidak luput dari tren kenaikan ini. Di pasaran, RAM tersebut kini dijual mulai dari Rp 46 juta hingga menyentuh Rp 50,6 juta. Varian SO-DIMM untuk laptop pun ikut terkerek naik, di mana versi 96 GB kini dipatok sekitar Rp 38,8 juta.
RAM Kapasitas Kecil Ikut Kena Imbas
Kenaikan harga ini ternyata tidak hanya menyerang RAM berkapasitas raksasa saja. Kit RAM standar yang biasa dipakai untuk PC rumahan atau gaming kelas menengah juga ikut mengalami penyesuaian harga.
Contohnya, kit Crucial DDR5-6400 berkapasitas 32 GB (2x16 GB) kini dijual seharga Rp 16,1 juta. Sementara itu, versi 5600-nya dibanderol di kisaran Rp 12 juta. Untuk kapasitas yang lebih kecil lagi (16 GB), kenaikannya berkisar antara Rp 400.000 hingga Rp 700.000 per kit.
Bikin Mikir Dua Kali buat Bikin PC
Lonjakan harga yang tidak masuk akal ini tentu membuat anggaran merakit PC berbasis DDR5 membengkak drastis. Bayangkan saja, harga satu kit RAM kelas atas kini setara dengan biaya untuk merakit satu unit PC gaming lengkap ber-GPU kelas atas tahun lalu.
Kondisi ini membuat banyak konsumen harus berpikir ulang jika ingin hijrah ke platform DDR5. Bagi Anda yang saat ini masih menggunakan PC berbasis DDR4 dan performanya masih dirasa cukup, mempertahankan setup yang ada sepertinya menjadi opsi paling bijak untuk sementara waktu.