Celah Keamanan "PHP2Shell" Ancam Jutaan Situs Web, PM Jepang Turun Tangan

Celah Keamanan "PHP2Shell" Ancam Jutaan Situs Web, PM Jepang Turun Tangan

23 Oktober 2026
Jakarta - Dunia keamanan siber global mendadak geger pada Rabu (21/10/2026) malam. Dua kerentanan siber tingkat kritis—dengan kode CVE-2026-109618 dan CVE-2026-109619—ditemukan pada bahasa pemrograman PHP. Celah bahaya yang dijuluki "PHP2Shell" ini berpotensi membahayakan jutaan situs web di seluruh dunia jika sampai dimanfaatkan oleh peretas.

Ancaman ini begitu serius hingga membuat para pejabat dan organisasi dari berbagai negara bergerak cepat. Salah satunya adalah Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, yang langsung turun tangan mengimbau setiap organisasi di negaranya untuk segera mengecek sistem mereka.

Lewat akun X (Twitter) pribadinya, PM Takaichi memberikan instruksi tegas agar para pengelola situs web publik berbasis PHP bersiap melakukan pembenahan.

"Mohon konfirmasi apakah situs web yang Anda publikasikan menggunakan PHP, dan siapkan diri untuk menerapkan sebanyak mungkin patch perbaikan yang akan dirilis malam ini, pada pukul 23:00 tanggal 21 Oktober (waktu Jepang)," tulis Takaichi.

Ia bahkan menyarankan langkah ekstrem sebagai bentuk pencegahan: mematikan sementara situs web atau layanan publik demi meminimalkan risiko serangan yang lebih fatal.

Efek Domino di Berbagai Negara

Meskipun Asosiasi Bankir Jepang memastikan transaksi antarbank tetap aman, sejumlah lembaga keuangan seperti Shizuoka Bank, Mizuho Bank, hingga Daiwa Securities memilih tindakan preventif dengan menonaktifkan sementara layanan online banking mereka. Raksasa transportasi dan teknologi seperti Japan Airlines dan Sakura Internet juga terpaksa melakukan pemeliharaan darurat.
  • Langkah siaga satu ini tidak hanya terjadi di Jepang. Di Eropa, beberapa negara seperti Belanda, Denmark, Finlandia, dan Prancis ikut mengambil tindakan serupa:
  • Belanda: Situs utama pemerintah (Overheid.nl), Pusat Keamanan Siber Nasional, hingga beberapa sistem rumah sakit sempat dinonaktifkan.
  • Denmark: Platform komunikasi sekolah nasional terpaksa ditutup sementara oleh Kombit (organisasi IT pemda).
  • Finlandia & Prancis: Jaringan publik dan situs Kementerian Dalam Negeri ditempatkan dalam status pemeliharaan ketat.
  • Layanan Global: Platform populer seperti Wikipedia dan Internet Archive juga sempat membatasi akses ke beberapa sistem mereka demi keamanan.

Penting untuk dicatat bahwa tindakan mematikan situs ini bukan berarti mereka telah berhasil diretas, melainkan sebagai langkah pencegahan sementara sambil menunggu perbaikan keamanan diterapkan.

Mengapa Kerentanan PHP Sangat Berbahaya?

PHP adalah tulang punggung dari sekitar 70 persen situs web di seluruh dunia. Celah "PHP2Shell" tergolong sangat fatal karena memungkinkan peretas menjalankan kode berbahaya dari jarak jauh (Remote Code Execution) tanpa perlu login atau melewati proses autentikasi sama sekali. Jika berhasil ditembus, peretas bisa mengambil alih server dan menguras data sensitif di dalamnya.

Merespons krisis ini, tim pengembang PHP bertindak cepat dengan merilis empat versi perbaikan darurat pada 21 Oktober 2026, yaitu:
  • PHP 8.5.12
  • PHP 8.4.27
  • PHP 8.3.36
  • PHP 8.2.35

Para pengembang dan pemilik situs web diimbau untuk segera memperbarui versi PHP mereka. Bagi pengguna PHP versi 8.1 atau yang lebih lama, sangat disarankan untuk melakukan upgrade ke versi terbaru karena versi lama tersebut sudah tidak lagi menerima pembaruan keamanan resmi.

Jika pembaruan belum memungkinkan untuk dilakukan saat ini, tim keamanan menyarankan agar pengelola server membatasi akses dari jaringan internet publik guna mencegah potensi serangan hacker.