Google Tiba-tiba Rilis Gemini 3.7 Flash, Cuma 3 Minggu Setelah Generasi Sebelumnya dan Harganya Dipangkas 50 Persen

Google Tiba-tiba Rilis Gemini 3.7 Flash, Cuma 3 Minggu Setelah Generasi Sebelumnya dan Harganya Dipangkas 50 Persen

14 Agustus 2026
Jakarta - Google kembali memanaskan persaingan di industri kecerdasan buatan (AI). Baru tiga minggu setelah meluncurkan Gemini 3.6 Flash, perusahaan tersebut sudah memperkenalkan Gemini 3.7 Flash.

Bukan sekadar versi penyegaran. Google mengklaim model terbaru ini merupakan workhorse paling cerdas yang pernah mereka buat, khususnya untuk coding dan pengembangan agen AI.

Yang membuat peluncuran ini semakin menarik adalah harganya. Google justru memangkas biaya penggunaan Gemini 3.7 Flash hingga 50 persen dibandingkan harga awal generasi sebelumnya.

Lalu, apa yang sebenarnya berubah dalam waktu hanya tiga minggu?

Bukan Sekadar Jago Ngobrol

Gemini 3.7 Flash diumumkan Google pada Kamis (13/8/2026). Model ini tidak lagi hanya diarahkan untuk menjawab pertanyaan atau melakukan percakapan berbasis teks.

Google secara khusus mengoptimalkannya untuk pekerjaan yang lebih kompleks, mulai dari menulis dan memahami kode, mencari bug, hingga membangun AI agent yang mampu menjalankan rangkaian tugas secara lebih mandiri.

Dengan kata lain, Google ingin Gemini 3.7 Flash bukan sekadar AI yang bisa diajak berbicara, tetapi juga AI yang bisa mengerjakan pekerjaan.

Model ini dirancang untuk membedah kode yang rumit, mengidentifikasi masalah, serta menyusun alur kerja aplikasi tanpa harus terus-menerus menunggu instruksi manusia.

Google mengatakan Gemini 3.7 Flash merupakan hasil penyempurnaan algoritma dari Gemini 3.6 Flash, bukan model yang sepenuhnya dilatih dari nol.

Pengembang menjadi salah satu sumber masukan utama dalam proses tersebut. Berbagai masukan tersebut kemudian digunakan Google untuk menyempurnakan algoritma dan menjadi fondasi bagi pengembangan model AI berikutnya.

Skor Coding Melonjak

Peningkatan kemampuan Gemini 3.7 Flash terlihat dalam sejumlah benchmark.

Pada FrontierCode 1.1 Main, model ini meraih skor 43,6 persen, meningkat cukup jauh dari 34,4 persen yang dicapai Gemini 3.6 Flash.

Di DeepSWE v1.1, skornya bahkan naik dari 49 persen menjadi 65,3 persen.

Performa di WebDev Arena juga ikut terdongkrak. Gemini 3.7 Flash memperoleh skor Elo 1.588, sementara Gemini 3.6 Flash berada di angka 1.538.

Bagi pengembang, angka-angka tersebut menjadi sinyal bahwa Google memang mengarahkan Flash generasi baru ini untuk menangani pekerjaan teknis yang semakin berat.

Tak Hanya Coding

Kemampuan Gemini 3.7 Flash juga diperluas untuk berbagai pekerjaan profesional.

Dalam benchmark GDP.pdf, yang menguji kemampuan pemrosesan dokumen untuk kebutuhan seperti keuangan, hukum, dan biosains, Gemini 3.7 Flash memperoleh skor 34 persen. Angka tersebut meningkat dari 22 persen pada model sebelumnya.

Model ini juga mencatat peningkatan pada AutomationBench, benchmark yang mengukur kemampuan AI menjalankan alur kerja bisnis di dunia nyata.

Skornya mencapai 30,4 persen, hampir dua kali lipat dibandingkan Gemini 3.6 Flash yang berada di angka 17 persen.

Artinya, Google tidak hanya mengejar AI yang semakin pintar menjawab pertanyaan. Perusahaan juga ingin Gemini semakin mampu menangani pekerjaan yang biasanya membutuhkan beberapa langkah sekaligus.

Bagian yang Paling Menarik: Harganya Dipangkas Setengah

Di tengah peningkatan performa tersebut, Google justru mengambil langkah yang cukup agresif dari sisi harga.

Gemini 3.7 Flash ditawarkan dengan harga promosi 0,75 dollar AS atau sekitar Rp 13.500 per satu juta token input.

Untuk output, harganya 3,75 dollar AS atau sekitar Rp 67.500 per satu juta token.

Sebagai pembanding, harga awal Gemini 3.6 Flash mencapai 1,5 dollar AS per satu juta token input dan 7,5 dollar AS per satu juta token output.

Artinya, Google memangkas harga hingga 50 persen.

Strategi ini bisa menjadi senjata penting Google untuk menarik lebih banyak pengembang dan perusahaan menggunakan Gemini, terutama mereka yang membutuhkan AI dalam jumlah besar untuk aplikasi, coding, dan otomatisasi.

Bisa Memproses Teks, Gambar, Audio, dan Video

Gemini 3.7 Flash sudah tersedia melalui Google AI Studio, Android Studio, Gemini Enterprise Agent Platform, serta Google Antigravity, platform coding berbasis agen milik Google.

Model ini mendukung input berupa teks, gambar, audio, dan video.

Google juga memberikan context window hingga 1 juta token, dengan kapasitas output maksimal mencapai 64.000 token.

Kemampuan tersebut membuat Gemini 3.7 Flash lebih cocok untuk menangani pekerjaan dengan konteks panjang, termasuk analisis dokumen, kode, serta berbagai jenis data dalam satu alur kerja.

Google juga langsung membawa model ini ke Gemini Spark, asisten AI personal yang aktif 24 jam bagi pelanggan Google AI Pro dan Ultra di lebih dari 160 negara.

Untuk keamanan, Google memperbarui sistem safeguard Gemini 3.7 Flash guna mengantisipasi potensi penyalahgunaan dalam bidang kimia, biologi, radiologi, nuklir, hingga serangan siber.

Kenapa Google Merilisnya Secepat Ini?

Jarak hanya tiga minggu antara Gemini 3.6 Flash dan Gemini 3.7 Flash tentu menarik perhatian.

Apalagi, peluncuran ini terjadi ketika Google masih belum memberikan kepastian mengenai Gemini 3.5 Pro, model yang sebelumnya dijanjikan sejak Mei.

Pada Juli lalu, Google hanya menyatakan Gemini 3.5 Pro masih menjalani pengujian dan baru akan dirilis secara luas setelah dianggap siap.

Belum adanya jadwal pasti membuat situasinya semakin menarik.

Gemini 3.5 Pro disebut belum berhasil mencapai sejumlah target internal Google, terutama dalam kemampuan coding. Di sisi lain, Google dikabarkan sudah mulai melatih Gemini 4, yang disebut sebagai salah satu proyek AI paling ambisius perusahaan.

Dengan kondisi tersebut, Gemini 3.7 Flash tampaknya menjadi salah satu cara Google untuk terus mempercepat langkahnya di tengah persaingan AI yang semakin ketat.

DeepMind Juga Sedang Berubah

Peluncuran Gemini 3.7 Flash terjadi bersamaan dengan perubahan besar di tubuh Google DeepMind.

Pekan lalu, co-founder DeepMind sekaligus peraih Nobel, Demis Hassabis, melepas kendali operasional divisi AI Google. Ia kini menjabat sebagai Chairman sekaligus Chief Scientist Alphabet.

Posisinya di DeepMind digantikan oleh wakilnya, Koray Kavukcuoglu, yang kini melapor langsung kepada CEO Google, Sundar Pichai.

Perubahan tersebut tidak berhenti di level kepemimpinan. Dua pemimpin awal proyek Gemini juga dilaporkan meninggalkan Google untuk membangun startup mereka sendiri.

Di tengah perubahan itu, pendiri Google Sergey Brin juga mendorong sejumlah staf AI penting perusahaan untuk memberikan fokus penuh pada pengembangan Gemini.

Tekanan tersebut tidak mengherankan. Google harus mengejar dua pesaing yang semakin agresif, Anthropic dan OpenAI.

Google Sedang Mengejar Apa?

Gemini 3.7 Flash menunjukkan arah yang cukup jelas.

Google tidak hanya ingin membuat AI yang lebih pintar dalam menjawab pertanyaan. Mereka ingin membuat AI yang mampu menulis kode, menjalankan tugas, memahami berbagai format informasi, dan mengotomatisasi pekerjaan dengan semakin sedikit campur tangan manusia.

Peluncuran yang hanya berjarak tiga minggu dari generasi sebelumnya, ditambah pemangkasan harga hingga 50 persen, membuat Gemini 3.7 Flash menjadi langkah yang cukup agresif.

Pertanyaannya sekarang bukan lagi sekadar seberapa pintar Gemini 3.7 Flash.

Yang lebih menarik adalah seberapa cepat Google bisa mengubah kemampuan tersebut menjadi ekosistem AI yang benar-benar digunakan oleh pengembang, perusahaan, dan pengguna sehari-hari.

Di tengah perlombaan AI yang semakin cepat, tiga minggu ternyata sudah cukup untuk mengubah peta permainan.