Bahkan, sebaran abu di udara yang cukup tebal sempat membuat beberapa bandara—seperti Soekarno-Hatta (Banten), Halim Perdanakusuma (Jakarta), dan Radin Inten II (Lampung)—menghentikan operasional penerbangan sementara demi keselamatan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan bahwa arah dan jangkauan abu vulkanik sangat dinamis karena terus mengikuti pergerakan angin serta tingkat intensitas erupsi.
Agar Anda dan keluarga bisa tetap waspada dan mengantisipasi dampaknya, berikut 3 tautan dan layanan yang bisa Anda akses langsung melalui smartphone untuk memantau pergerakan abu vulkanik secara real-time:
1. Peta Satelit BMKG (Untuk Melihat Arah Sebaran Real-Time)
Jika Anda ingin melihat gambaran visual ke mana arah angin membawa abu vulkanik saat ini, Anda bisa langsung mengakses Situs Citra Satelit BMKG.
Apa yang ditampilkan? Halaman ini memperlihatkan peta satelit terkini. Wilayah yang terpapar abu vulkanik akan ditandai dengan warna merah dan garis poligon kuning.
Keunggulannya: Data ini bersumber langsung dari analisis BMKG dan Volcanic Ash Advisory Centre (VAAC) Darwin, sehingga sangat akurat untuk melihat apakah wilayah tempat tinggal Anda berpotensi terkena dampak.
Catatan: Jika Anda ingin membagikan ulang tangkapan layar peta ini ke media sosial untuk saling mengingatkan sesama warga, pastikan untuk tidak memotong (crop) logo dan keterangan sumber resmi dari BMKG.
2. Instagram Resmi @InfoBMKG (Untuk Update Cepat & Ringkas)
Membaca peta satelit terkadang rumit bagi sebagian orang. Jika Anda membutuhkan ringkasan informasi, imbauan, atau pengumuman darurat yang lebih mudah dipahami dalam sekali baca, kanal media sosial adalah pilihan terbaik.
Akses langsung: Buka aplikasi Instagram dan cari akun resmi @InfoBMKG.
Keunggulannya: BMKG secara berkala membagikan siaran pers, infografis terkini, serta imbauan keselamatan resmi di akun ini.
Selalu pastikan Anda merujuk pada akun terverifikasi milik pemerintah (seperti BMKG dan PVMBG/Badan Geologi) agar terhindar dari disinformasi atau hoaks yang sering beredar saat bencana terjadi.
3. Dashboard Interaktif abu.cikoytew.my.id (Informasi Pelengkap yang Detail)
Sebagai alternatif atau pembanding, Anda juga bisa memantau situs independen abu.cikoytew.my.id.
Apa yang ditampilkan? Situs ini merupakan dashboard buatan pihak ketiga yang mengintegrasikan berbagai data keselamatan penerbangan (VAAC Darwin), perkiraan arah angin (Windy/ECMWF), serta status erupsi dari PVMBG.
Keunggulannya: Fiturnya sangat lengkap. Anda bisa mencari nama kota, melihat jarak sebaran abu ke lokasi Anda, memperkirakan garis waktu pergerakan abu, hingga melihat kadar Sulfur Dioksida (SO2) di udara.
Ingat: Karena situs ini adalah layanan pihak ketiga, gunakan informasi di dalamnya sebagai pelengkap. Untuk pengambilan keputusan penting terkait keselamatan diri dan evakuasi, tetap prioritaskan petunjuk dari lembaga resmi pemerintah.
Catatan Penting untuk Kita Semua: Arah Abu Bisa Berubah Kapan Saja!
Perlu diingat bahwa peta sebaran abu bukanlah data yang kaku. Arah debu di langit bisa berubah dalam hitungan jam tergantung kecepatan angin dan ketinggian kolom erupsi. Peta yang Anda lihat pagi ini bisa saja berbeda hasilnya di sore hari.
BMKG dan PVMBG terus melakukan pemantauan nonstop selama 24 jam. Mari kita tetap tenang, utamakan keselamatan, gunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan jika wilayah Anda terdampak abu, dan terus perbarui informasi dari sumber-sumber tepercaya.